
Tim PT Pontil Indonesia telah mencapai lebih dari 3 juta jam kerja tanpa kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya waktu kerja di empat lokasi proyek yang berbeda. Tenaga kerja gabungan sebanyak 600 orang beroperasi di berbagai lokasi di seluruh wilayah, melakukan pengeboran baik di permukaan maupun di bawah tanah. PT Pontil Indonesia merupakan anak perusahaan dari Major Drilling Group International.
Tim operasi pengeboran bawah tanah di proyek tembaga dan emas PT Freeport Indonesia di Papua telah mencapai lebih dari 1,5 juta jam tanpa kecelakaan yang mengakibatkan cedera atau kematian (LTI). Di lokasi ini, tim melakukan pengendalian kualitas, eksplorasi bawah tanah, pengeringan, dan baru-baru ini, persiapan blok cave.
Tim Major Drilling Indonesia terus memecahkan rekor dalam hal keselamatan di lingkungan geologis yang menantang.
Proyek pengeboran permukaan tembaga dan emas Amman Mineral berlokasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pulau Sumbawa. Hingga Juni 2020, Major Drilling – PT Pontil Indonesia telah mencatat lebih dari 1.323.000 jam tanpa kecelakaan kerja (LTI) di lokasi tersebut. Pekerjaan untuk Amman Mineral mencakup dua lokasi proyek di pulau tersebut dan memerlukan pengeboran inti khusus untuk tambang terbuka serta pengeboran yang dapat diangkut dengan helikopter.
Mitra lainnya adalah Bumi Suksesindo, sebuah perusahaan pertambangan Indonesia yang saat ini fokus pada produksi emas dan tembaga di Jawa Timur. Dari Desember 2018 hingga Juni 2020, Major Drilling – PT Pontil Indonesia menyelesaikan proyek tanpa kecelakaan serius (LTI) dengan lebih dari 400.000 jam kerja tercatat.
Cedera yang mengakibatkan hilangnya waktu kerja produktif adalah cedera yang dialami oleh karyawan yang mengakibatkan hilangnya waktu kerja produktif. Jam kerja tanpa cedera (LTI-free hours) merupakan tonggak keselamatan yang menunjukkan komitmen terhadap program keselamatan dan meningkatkan kualitas hidup karyawan Major Drilling di seluruh operasi perusahaan di seluruh dunia. Komitmen ini sangat dihargai oleh mitra industri pertambangan, termasuk mereka yang memiliki proyek di lingkungan yang menantang.
Proyek pengeboran di Indonesia menghadapi tantangan ekstrem akibat lokasinya yang berada di dalam "Ring of Fire." Ring of Fire adalah jalur geologis di Samudra Pasifik yang terkenal dengan gunung berapi aktif dan gempa bumi yang sering terjadi.
Para ahli Major Drilling Indonesia menggunakan operasi yang didukung helikopter untuk mengangkut peralatan pengeboran ke lokasi proyek terpencil di wilayah tersebut.
“Beberapa lubang bor dirancang untuk mencapai kedalaman 1.000 meter melalui zona patahan yang telah teridentifikasi,” kata Jon Emmerzael, Manajer Operasional Major Drilling – PT Pontil Indonesia. “Hal ini membuat pekerjaan pengeboran permukaan dan bawah tanah kami semakin memuaskan, karena kami melihat hasil dari kemitraan yang dibentuk untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa insiden LTI.”
Tim pengeboran terdiri sebagian besar dari karyawan lokal yang mampu menghadapi tantangan setiap pekerjaan. Mereka mencapai kemajuan yang signifikan di lokasi proyek dengan bekerja secara aman sambil mendukung desa-desa sekitarnya.
Menerapkan praktik keselamatan terbaik secara bertahap, satu jam demi satu jam, dan tidak hanya fokus pada pencapaian tonggak penting, merupakan pola pikir yang diadopsi oleh tim-tim Indonesia.
“Prestasi keselamatan kami merupakan hasil dari kepemimpinan yang kuat dan kerja sama tim dalam mendidik karyawan kami mengenai kebijakan kesehatan dan keselamatan Major Drilling, dalam upaya bersama untuk menjadi perusahaan pengeboran paling aman di Indonesia,” kata Kerryn Hornby, General Manager Major Drilling Indonesia.
Karyawan di Major Drilling – PT Pontil Indonesia tidak hanya berkomitmen pada keselamatan, tetapi juga pada komunitas mereka. Merupakan suatu kehormatan bagi staf cabang Indonesia untuk merespons permintaan alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan oleh tenaga medis yang berjuang melawan COVID-19 pada awal tahun 2020. Upaya tanggung jawab sosial ini menyalurkan sarung tangan, masker, hand sanitizer, pelindung wajah, baju pelindung, dan perlengkapan lainnya ke empat rumah sakit di Papua, Sumbawa, Banyuwangi, dan Sumatra Utara.
Foto di gudang dan bengkel Major Drilling di Ceger, Jakarta, Indonesia, pada musim gugur 2019 menampilkan (dari kiri ke kanan): JR Davies, Wakil Presiden Operasional – Asia; Christian Galih, Asisten Pengawas Persediaan; Andry Christianto, Perencana Pemeliharaan; Denis Larocque, Presiden & CEO; Doly Tjioe, Pengawas Persediaan; Kerryn Hornby, General Manager – Indonesia; Febby Sukmana, Supervisor Logistik; Firmansyah, Logistik.
Tim Major Drilling Indonesia merespons seruan untuk donasi Alat Pelindung Diri (APD) yang mereka distribusikan ke empat rumah sakit berbeda di seluruh negeri selama pandemi COVID-19.
Prestasi Major Drilling dalam mencapai nol kecelakaan kerja (LTI) merupakan hasil langsung dari penerapan nilai-nilai kualitas, keselamatan, dan hasil setiap hari. Keselamatan menjadi prioritas utama yang diwujudkan melalui program-program keselamatan seperti Manajemen Risiko Kritis, TAKE 5, dan 10 Aturan Penyelamatan Nyawa, yang diimplementasikan melalui pendidikan dan pelatihan terpadu.
“Mencapai standar keselamatan tertinggi adalah tujuan kami,” kata Hornby. “Kami bangga dengan tim kami atas pencapaian LTI mereka dan bagaimana mereka berupaya menjaga keselamatan operasi kami di Indonesia setiap hari.”
Ikuti Major Drilling di LinkedIn, Twitter, Facebook dan Instagram untuk menerima berita dan pembaruan terbaru dari perusahaan. Major Drilling merayakan 40 tahun keahlian pengeboran khusus, 1980-2020. Pelajari lebih lanjut tentang cara membuat proyek pengeboran premium Anda berikutnya aman dan sukses bersama Major Drilling.
